Ingin Beri Pertolongan PadaKorban Lakalantas? BeginiCaranya


155314-kecelakaan2ts.jpg

Terlambatnya penanganan korban
kecelakaan lalu lintas (lakalantas) salah
satunya adalah masih minimnya response
time seperti sistem rujukan, ambulans, dan
peran masyarakat. Padahal, telatnya
penanganan korban lakalantas bisa
mengakibatkan cacat, kerugian materi,
bahkan kematian.
“Masyarakat kita belum terdidik untuk
berperan memberi pertolongan pertama
pada korban lakalantas padahal peran
masyarakat penting, minimal untuk
mengurangi angka kematian, kecacatan atau
rugi materi,” kata Dr Yogi Prabowo, SpOT.
Cara paling mudah yakni dengan segera
meminta bantuan kepada polisi, rumah
sakit, atau ambulans gawat darurat 118.
“Misalnya korban kakinya bengkok, jangan
fokus pada kakinya saja tapi lihat juga dia
sadar apa enggak, ada atau tidak kondisi
yang mengancam nyawanya, pernapasannya
bagus tidak, ada perdarahan enggak, dan
lihat ada patah tulang apa tidak,” tambah
dr Yogi.
Cedera yang paling banyak terjadi pada
korban lakalantas yaitu cedera ekstremitas
seperti tungkai, lengan dan tulang punggung
sebesar 60-80 persen dan cedera kepala
sebanyak 50 persen. Nah, karena 60-70
persen cedera yang dialami korban
lakalantas yanki cedera tulang, maka dr Yogi
menekankan masyarakat awam harus tahu
terlebih dahulu apakah korban mengalami
patah tulang.
“Kenali ciri-cirinya yaitu ada cedera akibat
kecelakaan, perubahan bentuk, rasa sakit
yang luar biasa, luka, dan kaki tidak bisa
jalan,” kata dr Yogi. Hal itu ia sampaikan
dalam sesi seminar ‘Emergency Fair’ di
Aula FKUI, Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu
(26/10/2013).
Pada dasarnya, patah tulang terdiri dari dua
macam yaitu patah tulang tertutup dan
terbuka. Ciri-ciri patah tulang tertutup yaitu
tak ada luka. Selain itu, harus diperiksa juga
korban sadar atau tidak serta ada cedera
organ atau cedera yang mengancam nyawa.
Sedangkan, patah terbuka harus diatasi
kurang dari 12 jam agar korban segera
diberi antibiotik dan menghindari infeksi.
Jika berbicara trauma, sebenarnya ada dua
jenis trauma yaitu tarauma yang
mengancam nyawa seperti obstruksi jalan
napas, gangguan pernapasan, dan
perdarahan. Sementara itu trauma organ
lebih berhubungan dengan kecacatan
misalnya tangan, kaki dan ginjal. Selain itu
ada beberapa kondisi yang bisa Anda cek
pada korban lakalantas, seperti di bawah
ini:
1. Dislokasi
Yaitu bergesernya benggol sendi dari kapsul
sendi. “Pas masih lemes bisa dimasukkan
lagi, tapi kalau lebih dari enam jam jangan
coba-coba memasukkannya karena itu akan
sakit sekali. Kadang dukun urut malah
memperparah kondisi ini,” jelas dr Yogi.
Menurutnya kebiasaan masyarakat
mengatasi dislokasi melalui tukang urut tida
berbanding lurus dengan tingkat pendidikan
seseorang melainkan kepercayaan di
masyarakat.
2. Patah tulang dengan gangguan
pembuluh darah
“Biasanya tungkai yang patah itu lebih
dingin, warnanya kebiruan, dan terasa baal.
Maka segera kirim ke rumah sakit karena
kondisi ini perlu penanganan segera,” kata
dr Yogi.
3. Sindrom kompartemen
Kondisi ini bisa mengakibatkan tungkai
bengkok dan menimbulkan kecacatan.
4. Patah tulang paha disertai cedera
pembuluh darah
Bisa timbul perdarahan dan harus di bawa
ke rumah sakit kurang dari 12 jam.
5. Patah tulang leher
Jika ini terjadi, sebaiknya amankan tulanh
leher agar tetap lurus. Salah satunya dengan
memakai neck collar dan segera bawa ke
rumah sakit.
Menurut data WHO tahun 2011-2012
kecelakaan lalu lintas adalah penyebab
kematian terbesar ketiga setelah jantung
dan. TBC. 67 persen korban kecelakaan
berada pada usia produktif, yaitu 22-50
tahun. Sedangkan, data kepolisian RI, pada
tahun 2012 potensi kerugian ekonomi akibat
lakalantas mencapai Rp203-217 T.
Lima puluh persen korban lakalantas adalah
pengendara motor yang disusul pengendara
mobil atau bis serta pejalan kaki sebanyak
20 persen. “Terutama perempuan itu
korbannya, mungkin karena ancar ancarnya
kurang ya. Selain itu, di indonesia faktor
utama lakalantas yang berkaitan dengan
motor karena makin meningkatnya jumlah
motor dari tahun ke tahun,” kata dr Yogi.

Advertisements

Posted on 10 January 2014, in Articles. Bookmark the permalink. Comments Off on Ingin Beri Pertolongan PadaKorban Lakalantas? BeginiCaranya.

Comments are closed.

%d bloggers like this: